pengumuman

selamat datang di blog Lembaga Study dan Sosialisasi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi'iyah * bagi teman-teman yang ingin mengirimkan tulisan, kritik, dan saran, silahkan kirim melalui email kami di hukumuia@gmail.com, * dan mulailah membiasakan diri untuk meninggalkan komentar ketika anda membuka dan membaca suatu blog

Our Rule

penjajahan di atas bumi telah di hapuskan. dan dari sinilah langkah terpacu untuk bangkit melawan atau diam tetap tertindas....

Sabtu, 18 September 2010

Cacatnya Tri Dharma Perguruan Tinggi

Baik jika diingat disini,
“bagi siapa yang ingin menguasai dunia, maka harus baginya memiliki ilmu, bagi siapa yang ingin menguasai akhirat, maka baginya harus memiliki ilmu, dan bagi siapa yang ingin memiliki keduanya maka baginya pula harus memiliki ilmu”

Relative memang, tapi disadari atau tidak, ilmu memiliki sifat yang terus melindungi manusia dari kekangan alam yang terus berkembang, sejajar dengan itu pula kita sebagai mahasiswa mempunyai tuntutan untuk “mencari siapa diri kita sebenarnya?” membebaskan diri kita dari waktu yang selalu mendorong kita tetap akan terjtuh pada lubang kenistaan, yang akhirnya membuat kita tak berarti bagi kehidupan social. Karena telah dikatakan “sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya” . bagaimana dengan kita?? Ketika kita diam dan terus dalam ketidaktahuan, maka mungkin kita juga bisa menjawabnya….

Kekangan dan keterkungkungan kita sebagai manusia yang juga mengemban amanat sebagai mahasiswa yang disertai perasaan yang selalu mendorong kita masuk ke dalam ketidaktahuan dan kebodohan, hal ini tanpa disadari membuat kita tidak percaya diri dan cenderung apatis. Kita lebih memikirkan nilai, dan atau kita lebih cenderung memikirkan dunia kita dangan segala pencitraan yang lebih menjurus kepada segala kenikmatan dunia. Akhirnya kita takut kepada sebuah kegagalan di masa depan yang seharusnya masa depan itu ditentukan bagaimana kita berbuat di masa yang akan kita lalui perdetiknya dimulai pada pertama kali kita membuka mata.

Mahasiswa yang sehari-harinya menjalani aktivitas akademik, seakan menjalaninya sebagai formalitas yang dinilai berjalan sebagai kewajiban fundamental sebagai mahasiswa yang merupakan bagian daripada proses belajar setelah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya. Perlu dikaji kembali bahwa sebagai subjek, perjalanan kita selama berada dalam prioritas kita menjalani kegiatan akademisi, mengapa mahasiswa berpakaian bebas, Mengapa disebut MAHA-SISWA, lalu