pengumuman

selamat datang di blog Lembaga Study dan Sosialisasi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi'iyah * bagi teman-teman yang ingin mengirimkan tulisan, kritik, dan saran, silahkan kirim melalui email kami di hukumuia@gmail.com, * dan mulailah membiasakan diri untuk meninggalkan komentar ketika anda membuka dan membaca suatu blog

Our Rule

penjajahan di atas bumi telah di hapuskan. dan dari sinilah langkah terpacu untuk bangkit melawan atau diam tetap tertindas....

Kamis, 12 Agustus 2010

Negara "BERKAVLING" Agama

Tulisan Seorang Ibu Rumah Tangga Untuk Indonesia
Selamat Ulang Tahun Untuk Sebuah Republik Bernama Indonesia

"Hari kedepan Bangsa Indonesia hanya terletak semata-mata pada pembentukan suatu Pemerintahan yang bertanggungjawab pada rakyat dengan sesungguhnya. Untuk itu tiap-tiap orang Indonesia harus berjuang menurut kemampuan dan bakatnya masing-masing, tanpa tergantung pada 'bantuan' dari orang-orang asing. Pemecah belahan kekuatan Indonesia dalam bentuk apapun, harus dicela sekeras-kerasnya, karena hanya persatuan kokoh kuat daripada putra-putri Indonesia dapat mencapai tujuan bersama"

Azas dalam gagasan pembentukan Pemerintahan Indonesia yang merupakan pernyataan Indonesische Vereninging, sebelum berubah menjadi Perhimpunan Indonesia, kumpulan orang-orang Indonesia di Belanda. Pada periode 1923-1924, yang diketuai oleh:

Iwa Kusumasumantri, dengan anggota: J.B.Sinatala, Moh.Hatta, Sostromuljo, Darmawan Mangunkusumo.

(Dikutip dari Otobiografi Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia ke-8, "Tonggak-tonggak di Perjalananku", hal 43.)

Itu adalah salah satu cita-cita luhur yang diyakini oleh pemrakarsa bangsa ini. Seluruh komponen bangsa, tanpa melihat suku dan agama, telah mengorbankan tetes darah dan airmata hingga akhirnya Proklamasi bisa dikumandangkan dengan perkasa pada17 Agustus 1945.

Tahun ini Indonesia genap berusia 65 tahun, waktu yang cukup untuk kehidupan manusia, tinggal mensyukuri masa tua yang mapan dengan nyaman dan bahagia. Tapi untuk sebuah negara tergantung pengelolaannya, apakah dijalankan dengan bertanggungjawab oleh pemerintahan untuk rakyatnya?

Bertanggung jawab artinya setiap rakyat Indonesia berhak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh kepastian hukum, pendidikan, fasilitas kesehatan, lapangan kerja. Mungkin terkesan muluk kalau kebebasan beragama, hak yang paling hakiki saja masih tanda tanya...

Di negeri ini, bentrokan antara sesama umat beragama ataupun dengan umat beragama yang berbeda berulang kali terjadi, seringkali hingga memakan korban jiwa.

Padahal kitab suci dari agama apapun selalu mengajarkan kita, siapapun yang menumpahkan darah manusia, dipandang sebagai penghapusan Citra Tuhan. Karena semua manusia adalah ciptaan-Nya.

Apalagi mengambil jiwa manusia lain dengan alasan membela Tuhannya, sama saja dengan menghina kekuasaan Tuhan.

Tuhan tidak datang kepada manusia dengan paksaan. Setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda, sesuai dengan keunikan setiap manusia dan kompleksnya kebutuhan manusia itu sendiri.

Kenyataan yang terjadi dinegeri ini begitu berbeda, ada Organisasi Kemasyarakatan 'Beragama' yang memiliki bentuk chauvinisme tentang agamanya sendiri dengan mengorbankan kelompok aliran dari agamanya atau agama lain. Jelas tidak bisa diterima. Sebab

Mafia Ideologi dan Budaya Rasionalisme

Mafia Ideologi dan Budaya Rasionalisme
Oleh adree dzeelapiano

Di dalam salah satu tulisannya di harian Kompas, Komaruddin Hidayat (Sabtu, 24 April 2010) mengungkap perlunya Indonesia untuk memiliki satu ideologi yang jelas, yang bisa memberikan arah sekaligus panduan di dalam proses pembangunan. Baginya Reformasi yang berlangsung selama ini tidak memiliki arah maupun ideologi yang jelas, sehingga bangsa Indonesia kini terjebak dalam kebingungan.

Pada hari yang sama di harian Kompas, Budiarto Shambazzy menuliskan tentang merebaknya mafia di berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari mafia pajak, mafia sepak bola, mafia hukum, dan berbagai mafia lainnya. Jejaring mafia ini menurutnya bagaikan kanker yang menggerogoti tubuh bangsa Indonesia, dan menjadikannya tidak berdaya.

Dari dua tulisan tersebut, saya melihat adanya satu pertanyaan penting, jika Indonesia hendak menetapkan satu ideologi bangsa yang jelas, mungkinkah ideologi tersebut juga menjadi korban dari mafia? Mungkinkah Indonesia juga jatuh ke tangan para mafia ideologi?


Trauma Pancasila
Secara normatif Pancasila adalah ideologi bangsa. Dikatakan normatif karena pernyataan itu berada di level seharusnya, dan bukan apa adanya.

Sementara di level fakta,

Sabtu, 07 Agustus 2010

Visi dan Idealisme bagian keciL Warisan Utama Organisasi

Masalah utama banyak organisasi sekarang ini adalah regenerasi. Pemimpin yang hebat dan visioner pensiun. Namun belum ada orang yang layak untuk menggantikannya. Akibatnya organisasi menurun kinerjanya, dan dalam konteks perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi itu bankrut.

Bisnis
Siapa yang tak mengenal Jakob Oetama, mantan CEO (Chief Executive Officer) Kompas Gramedia? Dia dikenal sebagai pemimpin yang visioner, humanis, dan karismatis. Selama bertahun-tahun ia memimpin Kompas Gramedia. Hasilnya perusahaan tersebut kini menjadi salah satu kelompok konglomerasi terbesar di Indonesia.
Waktu berlalu dan kini saatnya untuk pergantian generasi. Pemimpin baru naik sementara pemimpin lama pensiun. Jakob Oetama pun pensiun, dan menyerahkan kepemimpinannya kepada generasi baru. Ia kini merasa cukup menjadi penasihat saja. Akan tetapi mampukah sang pemimpin baru menggantikan sosok visioner, humanis, dan karismatis yang sebelumnya dipegang oleh Jakob Oetama?
Pertanyaan ini menjadi pertanyaan inti banyak perusahaan besar yang mengalami pergantian generasi, baik di dalam maupun di luar negeri. Kecenderungan yang banyak terjadi adalah, perusahaan kehilangan sosok kepemimpinan, kinerja menurun, dan akhirnya mengalami kerugian besar jika tidak malah bangkrut. Apa yang terjadi? Jawabannya jelas yakni tidak adanya regenerasi kepemimpinan.

Politik
Dalam bidang politik kejadiannya tidak terlalu berbeda. Siapa orang di Indonesia yang tidak mengetahui sosok revolusioner, karismatis, dan visioner seperti Bung Karno? Lepas dari begitu banyak kekurangan yang ia miliki, Sukarno menyediakan sesuatu yang sangat dibutuhkan pada awal berdirinya bangsa ini, yakni kepemimpinan yang mantap dan visioner. Dia pun kini dikenal sebagai bapak proklamator.

Pertanyaannya tetap sama siapakah yang kini bisa menggantikan Bung Karno dengan memberikan kepemimpinan yang tepat bagi Indonesia? Jawabannya jelas yakni